Minggu, 26 April 2026

Testimoni Buku

Sebagai ilmuwan publik, Syahyuti selalu gelisah menyaksikan perkembangan bangsanya yang bengkok. Tidak cukup gelisah, sosiolog ini kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan, salah satunya terangkum apik di buku ini. Pembaca akan menemukan provokasi konsep tak biasa, mulai dari Islamic Agrarian Reform, Islamic Organic Agriculture, Islamic Agricultural Finance hingga Islamic Agricultural Extension.

Khudori - Komite Ketahanan Pangan INKINDO dan Pengurus Pusat PERHEPI)

******

Buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam karya Dr.Ir.Syahyuti M.Si di tangan pembaca sekalian ini adalah sangat penting dan menarik karena sangat langka. Boleh dibilang termasuk juga dalam kerangka Ilmu Sosial Profetik seperti dikembangkan Prof.Kuntowijoyo. Ini karena didalamnya mengandung makna: Humanisasi (amar ma'ruf), Liberasi (nahi munkar), dan transedensi (tu'minu billah).

Yakni berupaya merekontruksi keilmuan yang menempatkan manusia dan kemanusiaan sebagai tujuan dari pengembangan keilmuan. Kemudian setelah itu berupaya mendekonstruksi keilmuan mapan yang menimbulkan kerusakan sosial, ekonomi dan ekologi. Dan lebih lanjut, bagaimana keilmuan itu dikembangkan agar menimbulkan ketaatan (comply) tethadap nilai-nilai ilahiah, seperti keadilan, kemaslahatan, kebahagiaan dan kesejahteraan manusia dan kemanusiaan.

Tentu karena buku ini menguraikan dalam perspektif sosial ekonomi pertanian Islam, maka akan menjumpai analisis situasi sosek pertanian baik kondisi existing, upaya pembongkaran epistemonologinya serta bagaimana merekonstruksi keilmuan.sosek pertanian berbasiskan nilai-nilai Islam.

Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, SE, MS.DEA - Guru Besar Ekonomi IPB & Pendiri INDEF

******

Buku ini menawarkan respons revolusioner terhadap krisis pertanian global dengan mengintegrasikan prinsip Islam—keadilan, keberlanjutan ekologis, dan pertanian sebagai ibadah—ke dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Melalui dekonstruksi paradigma kapitalistik, Dr. Syahyuti merancang 17 konsep operasional seperti Islamic Organic Agriculture dan Islamic Agricultural Finance sebagai solusi holistik. Karyanya didukung bukti empiris gerakan pertanian Islam global dan menyerukan transformasi sistemik berbasis nilai-nilai Illahi. 

Sebagai katalis diskursus kolektif, buku ini tidak hanya mengkritik agribisnis industrial, tetapi juga memetakan jalan konkret menuju sistem pertanian berkeadilan. Penulis menekankan peran strategis Indonesia dalam memimpin gerakan ini melalui indigenisasi ilmu, integrasi kebijakan syariah, dan pemberdayaan petani berbasis lokal. Pesan intinya: "Pertanian bukan sekadar produksi pangan, tapi medium menghidupkan nilai ketuhanan di setiap jengkal tanah." 

Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, MS. - Rektor IKOPIN University, Penulis novel “Petaka Gunung Tampomas” (Penerbit Obor Indonesi, 2023)

******

Buku ini bukan sekadar bacaan akademik semata, namun terkandung pesan moral bagi siapapun yang membaca buku ini, ia adalah seruan jiwa yang percaya bahwa pertanian adalah jalan ibadah dan perjuangan sosial. Di tengah krisis pangan global, kerusakan ekologi, dan ketimpangan ekonomi, Dr. Syahyuti menghadirkan harapan: sebuah sistem pertanian yang berakar pada nilai-nilai Islam, berkeadilan, dan Qonaah.

Sebagai seorang praktisi, saya merasa tercerahkan dan tergugah. Buku ini menyatukan spiritualitas dan ilmu, mengajak kita untuk melihat tanah bukan hanya sebagai sumber produksi, tetapi sebagai amanah Ilahi yang harus dijaga dengan adil dan penuh tanggung jawab. Setiap halaman adalah ajakan untuk bertani dengan hati, berpikir dengan nurani, dan bertindak dengan visi perubahan.

Buku ini adalah lentera bagi generasi yang ingin membangun pertanian masa depan—yang tidak hanya memberi makan dunia, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan ke-Tuhanan. Saya percaya, jika dibaca dengan kesungguhan, buku ini mampu mengubah cara kita memandang pertanian, ekonomi, dan peran kita sebagai khalifah di bumi."_

Muhammad Nuruddin - Sekjend Aliansi Petani Indonesia (API)

*******

Kekuatan dari sebuah buku adalah bagaimana mampu menyajikan fondasi konseptual teoritis yang koheren dan  dilengkapi dengan studi praktik yang relevan baik di level nasional maupun global. Buku ini memenuhi kriteria ini melalui kerangka paradigma ilmu yang memadukan nilai-nilai agama Islam, untuk mencapai ketahanan pangan yang berkeadilan. Buku ini secara empiris juga membuka wawasan akademisi dan publik bahwa bertani bukan hanya urusan pangan, tetapi juga ibadah dan praktik ekonomi dan bisnis yang berkeadilan. Gagasan-gagasannya memberikan perspektif segar dan sangat inspiratif untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Ini merupakan kerja produktif, sebagai salah satu tugas peneliti dan penelitian untuk terus memproduksi pengetahuan (knowledge production). Semoga buku yang ditulis oleh civitas BRIN ini menjadi sumbangan untuk pengembangan ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Islam sebagai ranah studi yang menarik untuk lebih dikembangkan dan dioperasionalkan ke depan.

Dr. Agus Eko Nugroho, S.E., M.Appl.Econ. - Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat

******

 

Salah satu “kelebihan” sahabat saya Prof. Dr. Syahyuti,  adalah  kemampuannya dalam melakukan perenungan terhadap hakikat dari suatu konsep, yang  sering kali itu dihubungkan secara vertikal dengan nilai-nilai spiritual keagamaan. Seperti  yang dilakukannya dalam penulisan  buku “Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan Praktiknya Di Dunia”,  tidak saja mengusik rasa ingin tahu kita, tetapi juga seperti membuka kesadaran kita,  untuk melihat  berbagai realitas kesenjangan antara pemahaman kita terhadap nilai-nilai spritual keagamaan dengan prakteknya, yang dalam hal ini  berhubungan dengan aktivitas pertanian, yang secara lebih spesifik terkait dengan konsep dan implementasi sosial ekonomi pertanian. 

 

Kemampuannya dalam menunjukan  berbagai norma dalam agama, yang telah memberi arahan bagaimana seharusnya kita dalam mengelola alam ini, menjadi pembeda dan pengayaan dalam melihat upaya “pembumian” konsep sosial ekonomi pertanian yang lebih mensejahterakan dan berkeadilan.  Ini menjadi pintu masuk bagi suatu proses dialogis, untuk proses pembelajaran yang memang perlu terus kita lanjutkan, dalam pengembangan keilmuan sebagai bagian dari upaya memahami berbagai rahasia kebesaran Illahi.

 

Prof. Erizal Jamal - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

*****

Buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan Prakteknya di Dunia, yang ditulis oleh  DR. Ir. Syahyuti, MSi ini,  sangat menarik dan penting untuk dibaca dalam memahami dan memaknai konsep maupun implementasi kebijakan sosial-ekonomi pertanian di Indonesia, pada khususnya. Sebagai salah seorang “alumni” peneliti pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), selanjutnya bertransformasi menjadi BRIN, saya sejak tahun 1994  banyak terlibat dalam penelitian dan pengembangan konsep pada bidang Ekonomi Politik dan Otonomi Daerah.  Secara konseptual,  dapat dikatakan bahwa, di antara kelemahan mendasar dari konsep “ekonomi konvensional” dalam mewujudkan The Wealth of the Nation adalah, karena ketidakmampuannya dalam menciptakan sinergi antara:  Growth & Distribution; Competitiveness & Inclusivity; Market Mechanism & Government Intervention. Buku yang ditulis oleh Bung Syahyuti ini mencoba untuk menawarkan,  paradigma alternatif, yaitu  bertani dijalankan dengan  prinsip syariah, dan bertujuan untuk keadilan sosial ekonomi, serta keberlanjutan ekologis. Selamat...., untuk Bung Syahyuti, atas diterbitkannya buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam ini. Saya yakin, butir-butir pemikiran yang dituangkan dalam buku ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengayaan pengetahuan serta perbaikan konsep dan kebijakan di Indonesia.

Prof. Syarif Hidayat, MA, Ph.D. - Peneliti BRIN, Dosen Paca Sarjana Ilmu Politik Universitas Nasional, Ketua Komisi Ilmu Sosial-Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS-AIPI), dan Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Periode 2025-2029.

******

Buku ini memiliki keunikan dan keungggulan bukan sekadar kajian teoritis, melainkan juga menyajikan bukti-bukti empiris dan contoh praktik pertanian Islam yang telah berkembang di berbagai negara. Karya ini dapat menggugah kesadaran untuk membangun sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan membawa keberkahan dengan menawarkan fondasi konseptual yang kuat  sehingga menjadi rujukan penting bagi siapa pun yang tertarik pada masa depan pertanian yang lebih manusiawi dan beretika.

Prof. Subejo - Guru Besar Fakultas Pertanian UGM dan pemerhati isu-isu pembangunan pertanian global dan nasional.

 

******

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar