Sebagai ilmuwan publik, Syahyuti selalu gelisah menyaksikan perkembangan bangsanya yang bengkok. Tidak cukup gelisah, sosiolog ini kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan, salah satunya terangkum apik di buku ini. Pembaca akan menemukan provokasi konsep tak biasa, mulai dari Islamic Agrarian Reform, Islamic Organic Agriculture, Islamic Agricultural Finance hingga Islamic Agricultural Extension.
Khudori - Komite Ketahanan Pangan INKINDO dan Pengurus Pusat PERHEPI)
******
Buku
Sosial Ekonomi Pertanian Islam karya Dr.Ir.Syahyuti M.Si di tangan pembaca
sekalian ini adalah sangat penting dan menarik karena sangat langka. Boleh
dibilang termasuk juga dalam kerangka Ilmu Sosial Profetik seperti dikembangkan
Prof.Kuntowijoyo. Ini karena didalamnya mengandung makna: Humanisasi (amar
ma'ruf), Liberasi (nahi munkar), dan transedensi (tu'minu billah).
Yakni
berupaya merekontruksi keilmuan yang menempatkan manusia dan kemanusiaan
sebagai tujuan dari pengembangan keilmuan. Kemudian setelah itu berupaya
mendekonstruksi keilmuan mapan yang menimbulkan kerusakan sosial, ekonomi dan
ekologi. Dan lebih lanjut, bagaimana keilmuan itu dikembangkan agar menimbulkan
ketaatan (comply) tethadap nilai-nilai ilahiah, seperti keadilan,
kemaslahatan, kebahagiaan dan kesejahteraan manusia dan kemanusiaan.
Tentu
karena buku ini menguraikan dalam perspektif sosial ekonomi pertanian Islam,
maka akan menjumpai analisis situasi sosek pertanian baik kondisi existing,
upaya pembongkaran epistemonologinya serta bagaimana merekonstruksi
keilmuan.sosek pertanian berbasiskan nilai-nilai Islam.
Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, SE, MS.DEA - Guru Besar Ekonomi IPB & Pendiri INDEF
******
Buku ini menawarkan respons revolusioner terhadap
krisis pertanian global dengan mengintegrasikan prinsip Islam—keadilan,
keberlanjutan ekologis, dan pertanian sebagai ibadah—ke dalam ilmu sosial
ekonomi pertanian. Melalui dekonstruksi paradigma kapitalistik, Dr. Syahyuti
merancang 17 konsep operasional seperti Islamic Organic Agriculture dan Islamic
Agricultural Finance sebagai solusi holistik. Karyanya didukung bukti empiris
gerakan pertanian Islam global dan menyerukan transformasi sistemik berbasis nilai-nilai
Illahi.
Sebagai katalis diskursus kolektif, buku ini tidak
hanya mengkritik agribisnis industrial, tetapi juga memetakan jalan konkret
menuju sistem pertanian berkeadilan. Penulis menekankan peran strategis
Indonesia dalam memimpin gerakan ini melalui indigenisasi ilmu, integrasi
kebijakan syariah, dan pemberdayaan petani berbasis lokal. Pesan intinya:
"Pertanian bukan sekadar produksi pangan, tapi medium menghidupkan nilai
ketuhanan di setiap jengkal tanah."
Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, MS. - Rektor IKOPIN University, Penulis novel “Petaka Gunung Tampomas” (Penerbit Obor Indonesi, 2023)
******
Buku ini bukan sekadar bacaan akademik semata,
namun terkandung pesan moral bagi siapapun yang membaca buku ini, ia adalah
seruan jiwa yang percaya bahwa pertanian adalah jalan ibadah dan perjuangan
sosial. Di tengah krisis pangan global, kerusakan ekologi, dan ketimpangan
ekonomi, Dr. Syahyuti menghadirkan harapan: sebuah sistem pertanian yang
berakar pada nilai-nilai Islam, berkeadilan, dan Qonaah.
Sebagai seorang praktisi, saya merasa tercerahkan
dan tergugah. Buku ini menyatukan spiritualitas dan ilmu, mengajak kita untuk
melihat tanah bukan hanya sebagai sumber produksi, tetapi sebagai amanah Ilahi
yang harus dijaga dengan adil dan penuh tanggung jawab. Setiap halaman adalah
ajakan untuk bertani dengan hati, berpikir dengan nurani, dan bertindak dengan
visi perubahan.
Buku ini adalah lentera bagi generasi yang ingin
membangun pertanian masa depan—yang tidak hanya memberi makan dunia, tetapi
juga menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan ke-Tuhanan. Saya percaya, jika
dibaca dengan kesungguhan, buku ini mampu mengubah cara kita memandang
pertanian, ekonomi, dan peran kita sebagai khalifah di bumi."_
Muhammad Nuruddin - Sekjend Aliansi Petani Indonesia (API)
*******
Kekuatan
dari sebuah buku adalah bagaimana mampu menyajikan fondasi konseptual teoritis
yang koheren dan dilengkapi dengan studi
praktik yang relevan baik di level nasional maupun global. Buku ini memenuhi
kriteria ini melalui kerangka paradigma ilmu yang memadukan nilai-nilai agama
Islam, untuk mencapai ketahanan pangan yang berkeadilan. Buku ini secara
empiris juga membuka wawasan akademisi dan publik bahwa bertani bukan hanya
urusan pangan, tetapi juga ibadah dan praktik ekonomi dan bisnis yang berkeadilan.
Gagasan-gagasannya memberikan perspektif segar dan sangat inspiratif untuk
mewujudkan kedaulatan pangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Ini merupakan kerja produktif, sebagai salah satu tugas peneliti dan penelitian untuk terus memproduksi pengetahuan (knowledge production). Semoga buku yang ditulis oleh civitas BRIN ini menjadi sumbangan untuk pengembangan ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Islam sebagai ranah studi yang menarik untuk lebih dikembangkan dan dioperasionalkan ke depan.
Dr. Agus Eko Nugroho, S.E., M.Appl.Econ. - Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat
******
Salah satu “kelebihan” sahabat saya Prof.
Dr. Syahyuti, adalah kemampuannya dalam melakukan perenungan
terhadap hakikat dari suatu konsep, yang
sering kali itu dihubungkan secara vertikal dengan nilai-nilai spiritual
keagamaan. Seperti yang dilakukannya
dalam penulisan buku “Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan Praktiknya Di Dunia”, tidak saja mengusik rasa ingin tahu kita,
tetapi juga seperti membuka kesadaran kita,
untuk melihat berbagai
realitas kesenjangan antara pemahaman kita terhadap nilai-nilai spritual
keagamaan dengan prakteknya, yang dalam hal ini
berhubungan dengan aktivitas pertanian, yang secara lebih spesifik
terkait dengan konsep dan implementasi sosial ekonomi pertanian.
Kemampuannya dalam menunjukan berbagai norma dalam agama, yang telah
memberi arahan bagaimana seharusnya kita dalam mengelola alam ini, menjadi
pembeda dan pengayaan dalam melihat upaya “pembumian” konsep sosial ekonomi
pertanian yang lebih mensejahterakan dan berkeadilan. Ini menjadi pintu masuk bagi suatu proses
dialogis, untuk proses pembelajaran yang memang perlu terus kita lanjutkan,
dalam pengembangan keilmuan sebagai bagian dari upaya memahami berbagai rahasia
kebesaran Illahi.
Prof. Erizal Jamal - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Koperasi, Korporasi dan Ekonomi Kerakyatan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
*****
Buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan Prakteknya di Dunia, yang ditulis oleh DR. Ir. Syahyuti, MSi ini, sangat menarik dan penting untuk dibaca dalam memahami dan memaknai konsep maupun implementasi kebijakan sosial-ekonomi pertanian di Indonesia, pada khususnya. Sebagai salah seorang “alumni” peneliti pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), selanjutnya bertransformasi menjadi BRIN, saya sejak tahun 1994 banyak terlibat dalam penelitian dan pengembangan konsep pada bidang Ekonomi Politik dan Otonomi Daerah. Secara konseptual, dapat dikatakan bahwa, di antara kelemahan mendasar dari konsep “ekonomi konvensional” dalam mewujudkan The Wealth of the Nation adalah, karena ketidakmampuannya dalam menciptakan sinergi antara: Growth & Distribution; Competitiveness & Inclusivity; Market Mechanism & Government Intervention. Buku yang ditulis oleh Bung Syahyuti ini mencoba untuk menawarkan, paradigma alternatif, yaitu bertani dijalankan dengan prinsip syariah, dan bertujuan untuk keadilan sosial ekonomi, serta keberlanjutan ekologis. Selamat...., untuk Bung Syahyuti, atas diterbitkannya buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam ini. Saya yakin, butir-butir pemikiran yang dituangkan dalam buku ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengayaan pengetahuan serta perbaikan konsep dan kebijakan di Indonesia.
Prof. Syarif Hidayat, MA, Ph.D. - Peneliti BRIN, Dosen Paca Sarjana Ilmu Politik Universitas Nasional, Ketua Komisi Ilmu Sosial-Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS-AIPI), dan Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Periode 2025-2029.
******
Buku ini memiliki keunikan dan keungggulan bukan sekadar kajian teoritis, melainkan juga menyajikan bukti-bukti empiris dan contoh praktik pertanian Islam yang telah berkembang di berbagai negara. Karya ini dapat menggugah kesadaran untuk membangun sistem pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan membawa keberkahan dengan menawarkan fondasi konseptual yang kuat sehingga menjadi rujukan penting bagi siapa pun yang tertarik pada masa depan pertanian yang lebih manusiawi dan beretika.
Prof. Subejo - Guru Besar Fakultas Pertanian UGM dan pemerhati isu-isu pembangunan pertanian global dan nasional.
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar