Tiang ilmu adalah konsep. Setiap ilmu harus punya konsepnya sendiri, lalu baru menyusun teori dari konsep-konsep tersebut. Bagaimana mungkin ilmu ‘Ekonomi Islam’ akan murni jika konsep-konsepnya masih memakai konsep ilmu ‘Ekonomi’ (konvensional).
Berikut
penggantian konsep utama ilmu Ekonomi konvensional dengan padanan murni dari
Al-Qur'an, Sunnah, dan khazanah Islam (Arab terminologi), disusun dalam tabel
untuk kejelasan. Ini rekonstruksi ontologis-epistemologis berbasis tauhid,
maqasid syariah (hifz din-nafs-mal-'aql-nasl-bi'ah), hindari
riba/gharar/maysir/israf.
Penggantian Konsep Ekonomi
Konvensional dengan Islam Murni
|
Konsep
Konvensional |
Pengganti
Islam Murni (Arab + Dalil) |
Uraian
Singkat |
|
Homo Economicus (manusia rasional egois maksimalkan
utilitas) |
Khalifah fil Ard (خليفة
في الأرض) – QS.
Al-Baqarah:30; khalifah bertanggung jawab amanah. |
Manusia pengelola ilahi, prioritas falah
(keselamatan akhirat-dunia), bukan greed; ukur sukses maslahah umum (منفعة
عامة). |
|
Invisible Hand (pasar
otomatis efisien) |
Al-Ta'awun 'ala al-Birr (التعاون على
البر) – QS. Al-Ma'idah:2; syura' (شُورَىٰ). |
Kerja sama musyawarah, negara
fasilitasi 'adl distributif; pasar dikawal zakat-wakaf cegah monopoli
(ihtikar, احتكار). |
|
Scarcity (kelangkaan sumber daya) |
Qadar Allah (قدر الله)
& Barakah (بركة) – Hadits:
"Tie your camel, then tawakkal" (Tirmidzi). |
Kelola amanah (أَمَانَة),
qana'ah (قناعة) hindari israf (إسراف,
QS. Al-A'raf:31); wakaf produktif ciptakan kelimpahan berkelanjutan. |
|
Supply-Demand (harga
equilibrium) |
Kharaj bi al-Daman (خراج بِالضَّمَان)
& Akad Salam/Muzara'ah (عَقْد سَلَم/مُزَارَعَة). |
Harga adil via kontrak syariah
forward (salam cegah gharar); zakat nisab stabilkan pasar (Al-Hasyr:7). |
|
Profit Maximization |
Rizq Halal Tayyib (رِزْقٌ
حَلَالٌ طَيِّب) – QS.
Al-Baqarah:168; mudharabah/musyarakah (مضاربة/مُشَارَكَة). |
Bagi hasil berbasis risiko, tolak riba (رِبَا,
QS. Al-Baqarah:275-279); tujuan maslahah, bukan greed. |
|
Interest/Riba (bunga
pinjaman) |
Qardh Hasan (قَرْضٌ حَسَن)
& Mudharabah. |
Pinjaman tanpa bunga, bagi
hasil; wakaf (وقْف) untuk modal umat. |
|
Labor Theory of Value (nilai dari kerja) |
Ajar al-Mithl (أَجْرٌ
مِثْلٌ) – QS. Al-Ahqaf:19; 'ifdhal al-'ibad
(upah adil). |
Nilai intrinsik halal-tayyib, hak buruh prioritas;
cegah istighlal (eksploitasi). |
|
GDP/Growth
(pertumbuhan agregat) |
Falah & Maslahah 'Amm (فَلَاح/مَصْلَحَةْ
عَامَّة) – QS. Al-Qasas:77. |
Ukuran holistik: zakat
disalurkan, nol kemiskinan, hifz bi'ah (حِفْظُ البِيْئَة);
bukan GNP semata. |
|
Monetary Policy (suku bunga kontrol) |
Dinars-Dirhams (دينار/دِرْهَمْ)
& Sistem Zakat. |
Uang intrinsik (emas-perak), zakat fiskal stabilkan
inflasi; tolak fiat money spekulatif. |
|
Welfare Economics
(utilitas Pareto) |
Zakah & Sadaqah Jariyah (زَكَاة/صَدَقَةْ
جَارِيَة) – QS. Al-Baqarah:177. |
Redistribusi wajib 2.5% nisab,
capai 'adl sosial; waqf produktif untuk umat miskin. |
Konsep
ini turun langsung: mulai tauhid (وَحْدَانِيَّة) sebagai aksiyoma, metodologi
maqasid (Al-Syatibi, Al-Muwafaqat), empirik via sejarah khilafah (zakat
kurangi gap 50% di masa Umar). Hasil: ekonomi adil, resilien, berkah.
Apa sebutan "ekonomi" dalam Al-Quran?
Dalam
tradisi Islam dan Al-Qur'an, tidak ada satu kata tunggal yang 100% identik
dengan istilah "ekonomi" modern. Namun, ada beberapa konsep kunci
yang menggambarkan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup:
1.
Al-Iqtisad (الاقتصاد)
Ini
adalah istilah bahasa Arab modern untuk "Ekonomi". Secara harfiah,
kata ini berasal dari akar kata qashada yang berarti "tengah-tengah",
"seimbang", atau "berhemat". Dalam konteks memenuhi
kebutuhan, konsep ini menekankan pada kesederhanaan—tidak kikir tapi juga tidak
boros (mubazir).
2.
Ma’isyah (معيشة)
Kata ini
paling sering muncul dalam Al-Qur'an (misalnya dalam QS. Al-A'raf: 10) untuk
merujuk pada penghidupan atau sarana untuk bertahan hidup. Ma’isyah mencakup
segala sumber daya, pekerjaan, dan fasilitas yang disediakan Allah di bumi agar
manusia bisa menjalankan hidupnya sehari-hari.
3.
Al-Infaq (الإنفاق)
Secara
teknis berarti "mengeluarkan" atau "membelanjakan". Dalam
Al-Qur'an, konsep ini mengatur bagaimana harta didistribusikan. Ekonomi dalam
Islam bukan hanya soal mencari (kasb), tapi juga bagaimana harta tersebut
dialirkan (infaq) agar roda kehidupan masyarakat tetap berputar.
4.
Al-Kasb (الكسب)
Berarti
"usaha" atau "upaya". Ini merujuk pada tindakan aktif
manusia dalam bekerja atau berniaga untuk memperoleh hasil demi memenuhi
kebutuhan fisik.
5.
Isti'mar (استعمار)
Dalam
QS. Hud: 61, Allah menyebutkan bahwa Dia menjadikan manusia dari bumi dan
meminta manusia untuk "memakmurkannya" (wastam'arakum fiha). Ini
adalah mandat ekonomi tertinggi: manusia bukan sekadar konsumen, tapi pengelola
bumi untuk menciptakan kemakmuran bagi sesama.
Kesimpulannya: Jika ekonomi
Barat sering berfokus pada "kelangkaan" (scarcity), konsep Al-Qur'an
lebih menekankan pada Al-Iqtisad (keseimbangan dalam konsumsi) dan Ma’isyah
(pemanfaatan sumber daya yang sudah disediakan) dengan prinsip keadilan.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar