Ini pertanyaan epistemologi yang bagus. Jawabannya: *Sosial Ekonomi Pertanian bukan "ilmu murni" seperti Sosiologi atau Ekonomi, tapi ia tetap SAH disebut Ilmu - tepatnya Ilmu Terapan / Interdisipliner.*
Ini cara bedakannya biar tidak bingung:
1. Sosiologi, Ekonomi, Politik = Ilmu Dasar (Basic Science)
Ciri: Punya *objek formal* sendiri yang khas.
- Sosiologi = objek formalnya: interaksi sosial
- Ekonomi = objek formalnya: kelangkaan dan pilihan rasional
- Politik = objek formalnya: kekuasaan
Mereka bertanya "APA dan MENGAPA" secara umum. Sifatnya universal.
2. Sosial Ekonomi Pertanian = Ilmu Terapan / Ilmu Profesi (Applied Science)
Dia tidak punya objek formal baru. Dia *meminjam* objek formal dari ilmu dasar, tapi *objek materialnya* spesifik: yaitu *PERTANIAN*.
Rumusnya:
*Ilmu Dasar + Objek Material Spesifik = Ilmu Terapan*
Jadi:
Sosiologi (teori) + Ekonomi (teori) + Pertanian (lahan, petani, pasar tani) = Sosial Ekonomi Pertanian
Sama seperti:
Biologi + Manusia = Ilmu Kedokteran
Fisika + Bangunan = Ilmu Teknik Sipil
Ilmu Kedokteran tidak ditanya "apakah masih bisa disebut ilmu?" - dia jelas ilmu, tapi terapan.
Jadi sebutan yang paling tepat secara akademik adalah:
*1. Ilmu Interdisipliner (Interdisciplinary Science)*
Karena ia sengaja menggabungkan 2+ rumpun ilmu untuk menjawab 1 masalah nyata.
*2. Rumpun Ilmu Terapan Pertanian (Applied Agricultural Science)*
Dalam nomenklatur DIKTI Indonesia, ia masuk rumpun Ilmu Pertanian, bukan rumpun Sosiologi.
*3. Bidang Kajian (Field of Study) atau Studi*
Dalam bahasa Anglo-Saxon disebut _Agricultural Social Studies_ atau _Agricultural Economics_. Kata "studi" justru menunjukkan ia lebih luas dari satu ilmu.
Kesimpulan :
Jangan tulis: "Sosek Pertanian adalah ilmu sosiologi."
Tulis yang benar: *"Sosek Pertanian adalah disiplin ilmu terapan yang menggunakan pendekatan sosiologi dan ekonomi untuk menganalisis fenomena sosial-ekonomi di sektor pertanian."
*****
Kenapa ini tetap ilmu dan bukan sekadar pengetahuan biasa?
Karena ia memenuhi 3 syarat ilmu menurut Aristoteles yang tadi kita bahas:
1. *Punya metode:* Ada metode ilmiah (survey, R/C ratio, FGD, regresi)
2. *Punya sistematika:* Ada teori, konsep, dan akumulasi jurnal
3. *Bisa diuji:* Hipotesisnya bisa salah (falsifiable)
Jadi posisinya: *Anak kandung yang sah, cuma bukan ilmu murni, tapi ilmu terapan.* Lebih dekat ke Aristoteles (Bumi) daripada Plato (Langit) - karena ia lahir bukan untuk berfilsafat tentang apa itu masyarakat, tapi untuk menjawab: kenapa petani kita miskin meski panen melimpah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar