Sabtu, 03 Oktober 2026

Apakah "Sosial Ekonomi Pertanian" sebuah ilmu?

Ini pertanyaan epistemologi yang bagus. Jawabannya: *Sosial Ekonomi Pertanian bukan "ilmu murni" seperti Sosiologi atau Ekonomi, tapi ia tetap SAH disebut Ilmu - tepatnya Ilmu Terapan / Interdisipliner.*

Ini cara bedakannya biar tidak bingung:

 1. Sosiologi, Ekonomi, Politik = Ilmu Dasar (Basic Science)

Ciri: Punya *objek formal* sendiri yang khas.

- Sosiologi = objek formalnya: interaksi sosial

- Ekonomi = objek formalnya: kelangkaan dan pilihan rasional

- Politik = objek formalnya: kekuasaan

Mereka bertanya "APA dan MENGAPA" secara umum. Sifatnya universal.

 2. Sosial Ekonomi Pertanian = Ilmu Terapan / Ilmu Profesi (Applied Science)

Dia tidak punya objek formal baru. Dia *meminjam* objek formal dari ilmu dasar, tapi *objek materialnya* spesifik: yaitu *PERTANIAN*.

Rumusnya:

 *Ilmu Dasar + Objek Material Spesifik = Ilmu Terapan*

Jadi:

Sosiologi (teori) + Ekonomi (teori) + Pertanian (lahan, petani, pasar tani) = Sosial Ekonomi Pertanian

Sama seperti:

Biologi + Manusia = Ilmu Kedokteran

Fisika + Bangunan = Ilmu Teknik Sipil

Ilmu Kedokteran tidak ditanya "apakah masih bisa disebut ilmu?" - dia jelas ilmu, tapi terapan.

Jadi sebutan yang paling tepat secara akademik adalah:

*1. Ilmu Interdisipliner (Interdisciplinary Science)*

Karena ia sengaja menggabungkan 2+ rumpun ilmu untuk menjawab 1 masalah nyata.

*2. Rumpun Ilmu Terapan Pertanian (Applied Agricultural Science)*

Dalam nomenklatur DIKTI Indonesia, ia masuk rumpun Ilmu Pertanian, bukan rumpun Sosiologi.

*3. Bidang Kajian (Field of Study) atau Studi*

Dalam bahasa Anglo-Saxon disebut _Agricultural Social Studies_ atau _Agricultural Economics_. Kata "studi" justru menunjukkan ia lebih luas dari satu ilmu.

Kesimpulan :

Jangan tulis: "Sosek Pertanian adalah ilmu sosiologi."

Tulis yang benar: *"Sosek Pertanian adalah disiplin ilmu terapan yang menggunakan pendekatan sosiologi dan ekonomi untuk menganalisis fenomena sosial-ekonomi di sektor pertanian."

*****


Kenapa ini tetap ilmu dan bukan sekadar pengetahuan biasa?


Karena ia memenuhi 3 syarat ilmu menurut Aristoteles yang tadi kita bahas:

1.  *Punya metode:* Ada metode ilmiah (survey, R/C ratio, FGD, regresi)

2.  *Punya sistematika:* Ada teori, konsep, dan akumulasi jurnal

3.  *Bisa diuji:* Hipotesisnya bisa salah (falsifiable)


Jadi posisinya: *Anak kandung yang sah, cuma bukan ilmu murni, tapi ilmu terapan.* Lebih dekat ke Aristoteles (Bumi) daripada Plato (Langit) - karena ia lahir bukan untuk berfilsafat tentang apa itu masyarakat, tapi untuk menjawab: kenapa petani kita miskin meski panen melimpah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Allah SWT: the One Source Theory

THE TAWHID POSTULATE: The Theory of Revelation Consistency There is one simple logic we often miss when talking about religion, which is the...