1. Istilah Ilmiah Ekonomi: Produksi Generatif vs Produksi Transformatif
Manufaktur itu Transformatif / Ekstraktif. 1 ton besi jadi 900kg mobil. Pasti susut. Sifatnya mengubah bentuk, bukan menambah nyawa. Rumusnya 1 - susut = 1 produk. Ini zero-sum.
Pertanian itu Generatif / Multiplikatif / Proliferatif. 1 biji kacang menghasilkan 50-100 polong x 2 biji = 100-200 biji. Padi 1 bulir jadi 1000 bulir. Sifatnya bukan mengubah, tapi mengembangbiakkan. Rumusnya 1 = 1000. Ini positive-sum. Beda banget ya.
Bahasa Inggrisnya disebut "Self-Replicating Production atau Fecund Production."
2. Istilah Islam Klasik: Paling Tepat
Ulama fiqih sudah punya istilahnya, karena ini jadi dasar kenapa jual-beli hasil tani beda dengan jual-beli pabrik:
*الإنْتَاجُ النَّمَائِي / عَمَلٌ مُبَارَكٌ - Al-Intaj An-Nama'i / Amalun Mubarak*
Amal yang *An-Nama' - tumbuh sendiri, beranak.*
Bukan kamu yang menambahkannya, tapi Allah yang menambahkan pertumbuhan di dalamnya. Karena itu hasil tani disebut *Barakah.*
Al-Qur'an menyebutnya dengan rumus lipat ganda:
> *مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ*
> _Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya... seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji._ *(QS. Al-Baqarah: 261)*
1 = 700. Itulah logika tani. Logika pabrik tidak bisa.
3. Istilah Filosofis yang Cocok Kamu Pakai
Kalau mau bikin istilah dakwah yang /deep dan mudah dipahami orang:
Pakai *"Amal Melahirkan" vs "Amal Mengolah"*
- Pedagang, pabrik: *Mengolah* rezeki yang sudah ada.
- Petani: *Melahirkan* rezeki baru. Dia titip 1 nyawa ke tanah, Allah kembalikan 1000 nyawa.
Itulah kenapa Nabi Ayub, Nabi paling sabar, hartanya adalah pertanian dan peternakan. Karena hanya petani yang setiap hari melihat langsung rumus Tuhan: *Kamu memberi sedikit, Aku beri kembali berlipat.*
Jadi, Bapak Ibu dan reknas, mohon catat satu kata yang paling indah ini: PERTANIAN ADALAH KEGIATAN MUBARAKAH - KEGIATAN YANG DIBERKAHI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar