Tanya AI: Sebutkan buku atau jurnal berbahasa Indonesia ataupun English yang membahas secara lengkap tentang tema "Sosial Ekonomi Pertanian Islam" atau "Islamic Agriculture Socio-economics" in english. Apakah ada yang lengkap membahas nya? Atau setidaknya yang paling mendekati lengkap.
Jawaban
AI:
Ya. Saya sudah menelusuri dengan kata kunci yang cukup luas—Islamic
agricultural economics, Islamic agriculture socioeconomics, Islamic
agribusiness, Islamic agriculture, Islamic food economy, Islamic agricultural
financing, dan padanan Indonesianya—termasuk jejak buku, jurnal, dan
publikasi yang relatif baru.
Kesimpulan
utamanya cukup tegas: sampai saat ini saya belum menemukan buku atau jurnal
lain yang membahas “Sosial Ekonomi Pertanian Islam / Islamic Agricultural
Socioeconomics” secara utuh sebagai satu bidang ilmu. Justru buku Bapak yang
terbit 2025 tampaknya merupakan karya yang paling mendekati textbook/monograph
komprehensif untuk bidang tersebut. (www.slideshare.net)
1.
Yang
paling lengkap: buku Syahyuti (2025).
Syahyuti.
2025. Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan Praktiknya di
Dunia. Bogor: IPB Press. Ini bukan sekadar buku mengenai “pertanian menurut
Islam”, tetapi secara eksplisit mencoba membangun sebuah payung keilmuan baru.
Daftar
isinya menunjukkan cakupannya sangat luas: konsep dan prinsip Sosial Ekonomi
Pertanian Islam; epistemologi Sosial Ekonomi Pertanian; Islamisasi pertanian; Islamic
Agrarian Reform; Islamic Organic Agriculture; Islamic
Agricultural Financing; Islamic Agriculture Labour System; Islamic
Agricultural Gender; Islamic Supply Chain; Islamic Food Security;
Islamic Food Economy; Islamic Food System; Islamic
Agricultural Extension; Islamic Family Farming; Islamic Food
Sovereignty; Islamic Agribusiness; Islamic Cooperative; Islamic
Agricultural Economics; Islamic Agriculture; dan akhirnya Islamic
Agriculture Socio-Economics. (www.slideshare.net)
Buku
tersebut bahkan mempunyai bab khusus “Konsep dan Prinsip Sosial Ekonomi
Pertanian Islam”, bab mengenai gerakan dan program Islamisasi Pertanian,
kemudian bab “Mengislamkan Pertanian Dunia” dan “Mengislamkan Pertanian
Indonesia”. (www.slideshare.net)
Katalog
Perpustakaan Kementerian Pertanian juga mencatat buku tersebut sebagai
monograf: Syahyuti. Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan
Praktiknya di Dunia. Bogor: IPB Press, 2025. dengan nomor panggil 338.43:297
SYA s. (Kikp Pertanian)
Jadi
kalau pertanyaannya “buku mana yang paling lengkap?” — jawabannya adalah buku
ini.
2. Versi Inggrisnya juga ada
Syahyuti.
Islamic Agricultural Socioeconomics: Theory, Urgency, and Practice in the
World. Dalam pengantar versi Inggris, cakupannya dijelaskan sebagai upaya
membawa pengalaman lebih dari 30 tahun dalam agricultural socio-economics ke
dalam perspektif Islam. (Mau INI Apa
ITU?)
Namun
ada satu catatan penting: Saya belum melihat bukti bahwa versi Inggris tersebut
telah menjadi buku akademik berbahasa Inggris yang diterbitkan penerbit
internasional dengan status bibliografis yang setara dengan edisi IPB Press
2025. Jadi, untuk saat ini saya akan memperlakukannya sebagai English
edition/manuscript, bukan sebagai buku internasional yang sudah mapan.
3.
Yang sangat penting: draft 2020 adalah cikal bakalnya
Jauh
sebelum buku 2025, ada: Syahyuti. 2020. Bertani dan Berdagang Secara Islami.
Seri Buku “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”. Draft I, April 2020. Ini sebenarnya
sangat penting secara sejarah pemikiran.
Pada
22 April 2020, Syahyuti secara terbuka menulis bahwa ia menggunakan istilah: “Seri
Buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam” dan bahkan mencatat bahwa saat itu ia
belum menemukan frasa: “Ekonomi Pertanian Islam”, “Sosial Ekonomi Pertanian
Islam”, dan “Islamic Agriculture Socio-economic” dalam pencarian Google. (Websyahyuti)
Isi draft tersebut sudah
mencakup: Islam dan pertanian; sejarah kontribusi peradaban Islam terhadap
pertanian; adab bertani; tanah dan air; sewa tanah; muzara'ah/mukhabarah;
gadai lahan; hubungan buruh tani; zakat hasil pertanian; reforma agraria; perdagangan;
serta bab khusus “Sosial Ekonomi Pertanian Islam.” (Websyahyuti)
Dengan
demikian, secara genealogis:
2020
— Bertani dan Berdagang Secara Islami konsep “Sosial Ekonomi Pertanian
Islam” mulai diperkenalkan
2025
— Sosial Ekonomi Pertanian Islam konsep dikembangkan menjadi kerangka
keilmuan yang jauh lebih sistematis
4. Lalu, bagaimana dengan buku/jurnal lain di dunia?
Di
sinilah hasil penelusuran menjadi menarik. Saya menemukan banyak sekali
literatur yang membahas bagian-bagian dari Sosial Ekonomi Pertanian Islam,
tetapi hampir tidak ada yang menggabungkannya menjadi satu field.
A.
Islamic Agribusiness
Ini
sudah cukup berkembang. Di Indonesia bahkan terdapat: Sharia Agribusiness
Journal, diterbitkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini secara
eksplisit mencakup:
agricultural
management, economics, technology, social aspects, halal food, dan pemberdayaan
melalui institusi Islam seperti masjid dan pesantren. Jadi bidangnya sangat
dekat dengan Sosial Ekonomi Pertanian Islam. (Journal UIN Jakarta). Tetapi cakupannya
tetap agribusiness, bukan sebuah teori umum tentang Islamic Agricultural
Socioeconomics.
B.
Islamic Agricultural Economics
Ini juga mulai muncul sebagai
bidang tersendiri. Namun literaturnya biasanya mengambil satu subtema: Islamic
agricultural finance; zakat pertanian; waqf untuk pertanian; muzara'ah;
mukhabarah; farmer welfare; halal food; Islamic agribusiness; dan sustainable
agriculture.
Belum
menjadi satu buku yang menyatukan ekonomi + sosial + kelembagaan + agraria +
tenaga kerja + pangan + agribisnis + penyuluhan + koperasi.
5.
Ada jurnal yang sangat dekat: Sharia Agribusiness Journal
Kalau
seseorang ingin mencari literatur jurnal yang paling dekat, saya akan
menyarankan jurnal ini. Sharia Agribusiness Journal secara eksplisit
memosisikan diri pada irisan: Agriculture + Economics + Management + Social +
Sharia. Jurnal ini sudah berjalan sejak 2021 dan terbit dua kali setahun. (Journal UIN Jakarta)
Tetapi
lagi-lagi: Sharia Agribusiness ≠ Islamic Agricultural Socioeconomics. Sharia
Agribusiness lebih merupakan salah satu cabang/komponen.
6.
Literatur terbaru menunjukkan bidang ini mulai terfragmentasi
Ini
justru memperkuat argumen bahwa belum ada buku yang benar-benar komprehensif
selain buku Syahyuti di atas. Contohnya,
penelitian 2026: “Integrating Zakat and Waqf for Sustainable Food Security” membahas
hubungan: zakat + wakaf → food security → production + social protection + sustainability. Ini
sangat relevan dengan Islamic Agricultural Socioeconomics, tetapi hanya
mengambil satu potongan kecil, yakni Islamic social finance dan food security.
(Jurnal
Untirta)
Penelitian
lain 2026: “Sustainable Agriculture in Subang: Integrating Local Wisdom,
Sharia Principles, and Agribusiness Innovation” menggabungkan: local wisdom
+ Sharia + agribusiness + sustainable agriculture. Tetapi lagi-lagi bukan teori
umum Islamic Agricultural Socioeconomics. (eJournal
of Sunan Gunung Djati)
Ada
pula penelitian tentang: “Agribusiness Development Model in Sharia-Based
Socio-Economic Planning” yang menghubungkan: sharia economics +
agribusiness + farmer welfare + maqashid al-shariah. (SiduCat).
Ini menunjukkan bahwa potongan-potongan ilmunya sudah tumbuh, tetapi payung
keilmuannya belum mapan.
7. Jadi, apakah sudah ada buku yang “lengkap”?
Jawaban
saya: Belum saya temukan yang benar-benar lengkap selain buku Sosial Ekonomi
Pertanian Islam karya Syahyuti.
Lebih
tepatnya:
|
Literatur |
Cakupan |
Kelengkapan
terhadap SEPI |
|
Islamic
Economics |
Ekonomi
Islam umum |
★★ |
|
Islamic Agricultural Economics |
Ekonomi
pertanian + Islam |
★★★ |
|
Islamic
Agribusiness |
Agribisnis
+ syariah |
★★★ |
|
Islamic Agricultural Finance |
Pembiayaan
pertanian |
★★ |
|
Islamic
Food Economy/System |
Pangan |
★★–★★★ |
|
Islamic Social Finance |
Zakat,
wakaf, dll. |
★★ |
|
Sharia
Agribusiness Journal |
Sosial-ekonomi-manajemen
pertanian |
★★★ |
|
Syahyuti 2020 |
Pertanian
+ muamalah + sosial-ekonomi |
★★★★ |
|
Syahyuti
2025 |
Ekonomi
+ sosial + agraria + pangan + kelembagaan + bisnis + pembiayaan + tenaga
kerja + penyuluhan + koperasi + dll. |
★★★★★ |
8.
Yang menurut saya justru sangat menarik secara akademik
Setelah
penelusuran ini, saya akan mengubah sedikit kesimpulan kita sebelumnya. Bukan
hanya belum banyak buku yang membahas “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”.
Lebih
jauh: Literatur dunia saat ini tampaknya masih terfragmentasi ke dalam Islamic
Finance, Islamic Agribusiness, Islamic Agriculture, Islamic Food System,
Islamic Social Finance, Islamic Agricultural Economics, dan
sebagainya—sementara integrasi seluruh ranah tersebut menjadi satu disiplin
“Islamic Agricultural Socioeconomics” belum terlihat mapan.
Itulah
mengapa struktur buku Syahyuti 2025 sebenarnya cukup strategis secara
epistemologis: ia tidak sekadar menambahkan kata Islam pada Agricultural
Economics, tetapi mencoba menjadikan Sosial Ekonomi Pertanian Islam sebagai
hypernym/payung bagi sejumlah cabang baru. Daftar isi secara eksplisit menyebut
17 konsep, dan “Islamic Agriculture Socio-Economics” ditempatkan sebagai konsep
ke-17. (www.slideshare.net)
Bahkan
bab terakhir buku tersebut secara eksplisit membahas “Sosial Ekonomi Pertanian
Islam sebagai sebuah ilmu”, kebutuhan akan justifikasi ilmiah, posisi/struktur
ilmunya, serta strategi kelembagaan ke depan. (SyahYUTI)
Dengan
kata lain: Buku-buku lain kebanyakan menjawab: “Bagaimana Islam
diterapkan pada pertanian?” sedangkan buku Syahyuti (2025) mencoba
mengajukan pertanyaan yang lebih besar: “Apakah perlu dibangun sebuah
disiplin ilmu yang secara khusus mengkaji seluruh hubungan sosial, ekonomi,
kelembagaan, agraria, pangan, dan bisnis pertanian berdasarkan worldview
Islam?”. Itu dua pertanyaan yang berbeda.
Dan
berdasarkan penelusuran saya sekarang, belum tampak ada buku lain yang menjawab
pertanyaan kedua secara komprehensif.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar