Minggu, 04 Oktober 2026

Apa buku pertama tentang “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”?

Tanya AI: Sebutkan buku atau jurnal berbahasa Indonesia ataupun English yang membahas secara lengkap tentang tema "Sosial Ekonomi Pertanian Islam" atau "Islamic Agriculture Socio-economics" in english. Apakah ada yang lengkap membahas nya? Atau setidaknya yang paling mendekati lengkap.

Jawaban AI:
Ya. Saya sudah menelusuri dengan kata kunci yang cukup luas—Islamic agricultural economics, Islamic agriculture socioeconomics, Islamic agribusiness, Islamic agriculture, Islamic food economy, Islamic agricultural financing, dan padanan Indonesianya—termasuk jejak buku, jurnal, dan publikasi yang relatif baru.

Kesimpulan utamanya cukup tegas: sampai saat ini saya belum menemukan buku atau jurnal lain yang membahas “Sosial Ekonomi Pertanian Islam / Islamic Agricultural Socioeconomics” secara utuh sebagai satu bidang ilmu. Justru buku Bapak yang terbit 2025 tampaknya merupakan karya yang paling mendekati textbook/monograph komprehensif untuk bidang tersebut. (www.slideshare.net)

1.   Yang paling lengkap: buku Syahyuti (2025).

Syahyuti. 2025. Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan Praktiknya di Dunia. Bogor: IPB Press. Ini bukan sekadar buku mengenai “pertanian menurut Islam”, tetapi secara eksplisit mencoba membangun sebuah payung keilmuan baru.

Daftar isinya menunjukkan cakupannya sangat luas: konsep dan prinsip Sosial Ekonomi Pertanian Islam; epistemologi Sosial Ekonomi Pertanian; Islamisasi pertanian; Islamic Agrarian Reform; Islamic Organic Agriculture; Islamic Agricultural Financing; Islamic Agriculture Labour System; Islamic Agricultural Gender; Islamic Supply Chain; Islamic Food Security; Islamic Food Economy; Islamic Food System; Islamic Agricultural Extension; Islamic Family Farming; Islamic Food Sovereignty; Islamic Agribusiness; Islamic Cooperative; Islamic Agricultural Economics; Islamic Agriculture; dan akhirnya Islamic Agriculture Socio-Economics. (www.slideshare.net)

Buku tersebut bahkan mempunyai bab khusus “Konsep dan Prinsip Sosial Ekonomi Pertanian Islam”, bab mengenai gerakan dan program Islamisasi Pertanian, kemudian bab “Mengislamkan Pertanian Dunia” dan “Mengislamkan Pertanian Indonesia”. (www.slideshare.net)

Katalog Perpustakaan Kementerian Pertanian juga mencatat buku tersebut sebagai monograf: Syahyuti. Sosial Ekonomi Pertanian Islam: Konsep, Urgensi, dan Praktiknya di Dunia. Bogor: IPB Press, 2025. dengan nomor panggil 338.43:297 SYA s. (Kikp Pertanian)

Jadi kalau pertanyaannya “buku mana yang paling lengkap?” — jawabannya adalah buku ini.

2. Versi Inggrisnya juga ada

Syahyuti. Islamic Agricultural Socioeconomics: Theory, Urgency, and Practice in the World. Dalam pengantar versi Inggris, cakupannya dijelaskan sebagai upaya membawa pengalaman lebih dari 30 tahun dalam agricultural socio-economics ke dalam perspektif Islam. (Mau INI Apa ITU?)

Namun ada satu catatan penting: Saya belum melihat bukti bahwa versi Inggris tersebut telah menjadi buku akademik berbahasa Inggris yang diterbitkan penerbit internasional dengan status bibliografis yang setara dengan edisi IPB Press 2025. Jadi, untuk saat ini saya akan memperlakukannya sebagai English edition/manuscript, bukan sebagai buku internasional yang sudah mapan.

3. Yang sangat penting: draft 2020 adalah cikal bakalnya

Jauh sebelum buku 2025, ada: Syahyuti. 2020. Bertani dan Berdagang Secara Islami. Seri Buku “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”. Draft I, April 2020. Ini sebenarnya sangat penting secara sejarah pemikiran.

Pada 22 April 2020, Syahyuti secara terbuka menulis bahwa ia menggunakan istilah: “Seri Buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam” dan bahkan mencatat bahwa saat itu ia belum menemukan frasa: “Ekonomi Pertanian Islam”, “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”, dan “Islamic Agriculture Socio-economic” dalam pencarian Google. (Websyahyuti)

Isi draft tersebut sudah mencakup: Islam dan pertanian; sejarah kontribusi peradaban Islam terhadap pertanian; adab bertani; tanah dan air; sewa tanah; muzara'ah/mukhabarah; gadai lahan; hubungan buruh tani; zakat hasil pertanian; reforma agraria; perdagangan; serta bab khusus “Sosial Ekonomi Pertanian Islam.” (Websyahyuti)

Dengan demikian, secara genealogis:

2020 — Bertani dan Berdagang Secara Islami konsep “Sosial Ekonomi Pertanian Islam” mulai diperkenalkan

2025 — Sosial Ekonomi Pertanian Islam konsep dikembangkan menjadi kerangka keilmuan yang jauh lebih sistematis

4. Lalu, bagaimana dengan buku/jurnal lain di dunia?

Di sinilah hasil penelusuran menjadi menarik. Saya menemukan banyak sekali literatur yang membahas bagian-bagian dari Sosial Ekonomi Pertanian Islam, tetapi hampir tidak ada yang menggabungkannya menjadi satu field.

A. Islamic Agribusiness

Ini sudah cukup berkembang. Di Indonesia bahkan terdapat: Sharia Agribusiness Journal, diterbitkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal ini secara eksplisit mencakup:

agricultural management, economics, technology, social aspects, halal food, dan pemberdayaan melalui institusi Islam seperti masjid dan pesantren. Jadi bidangnya sangat dekat dengan Sosial Ekonomi Pertanian Islam. (Journal UIN Jakarta). Tetapi cakupannya tetap agribusiness, bukan sebuah teori umum tentang Islamic Agricultural Socioeconomics.

B. Islamic Agricultural Economics

Ini juga mulai muncul sebagai bidang tersendiri. Namun literaturnya biasanya mengambil satu subtema: Islamic agricultural finance; zakat pertanian; waqf untuk pertanian; muzara'ah; mukhabarah; farmer welfare; halal food; Islamic agribusiness; dan sustainable agriculture.

Belum menjadi satu buku yang menyatukan ekonomi + sosial + kelembagaan + agraria + tenaga kerja + pangan + agribisnis + penyuluhan + koperasi.

5. Ada jurnal yang sangat dekat: Sharia Agribusiness Journal

Kalau seseorang ingin mencari literatur jurnal yang paling dekat, saya akan menyarankan jurnal ini. Sharia Agribusiness Journal secara eksplisit memosisikan diri pada irisan: Agriculture + Economics + Management + Social + Sharia. Jurnal ini sudah berjalan sejak 2021 dan terbit dua kali setahun. (Journal UIN Jakarta)

Tetapi lagi-lagi: Sharia Agribusiness ≠ Islamic Agricultural Socioeconomics. Sharia Agribusiness lebih merupakan salah satu cabang/komponen.

6. Literatur terbaru menunjukkan bidang ini mulai terfragmentasi

Ini justru memperkuat argumen bahwa belum ada buku yang benar-benar komprehensif selain buku Syahyuti di atas.  Contohnya, penelitian 2026: “Integrating Zakat and Waqf for Sustainable Food Security” membahas hubungan: zakat + wakaf → food security → production + social protection + sustainability. Ini sangat relevan dengan Islamic Agricultural Socioeconomics, tetapi hanya mengambil satu potongan kecil, yakni Islamic social finance dan food security. (Jurnal Untirta)

Penelitian lain 2026: “Sustainable Agriculture in Subang: Integrating Local Wisdom, Sharia Principles, and Agribusiness Innovation” menggabungkan: local wisdom + Sharia + agribusiness + sustainable agriculture. Tetapi lagi-lagi bukan teori umum Islamic Agricultural Socioeconomics. (eJournal of Sunan Gunung Djati)

Ada pula penelitian tentang: “Agribusiness Development Model in Sharia-Based Socio-Economic Planning” yang menghubungkan: sharia economics + agribusiness + farmer welfare + maqashid al-shariah. (SiduCat). Ini menunjukkan bahwa potongan-potongan ilmunya sudah tumbuh, tetapi payung keilmuannya belum mapan.

7. Jadi, apakah sudah ada buku yang “lengkap”?

Jawaban saya: Belum saya temukan yang benar-benar lengkap selain buku Sosial Ekonomi Pertanian Islam karya Syahyuti.

Lebih tepatnya:

Literatur

Cakupan

Kelengkapan terhadap SEPI

Islamic Economics

Ekonomi Islam umum

★★

Islamic Agricultural Economics

Ekonomi pertanian + Islam

★★★

Islamic Agribusiness

Agribisnis + syariah

★★★

Islamic Agricultural Finance

Pembiayaan pertanian

★★

Islamic Food Economy/System

Pangan

★★–★★★

Islamic Social Finance

Zakat, wakaf, dll.

★★

Sharia Agribusiness Journal

Sosial-ekonomi-manajemen pertanian

★★★

Syahyuti 2020

Pertanian + muamalah + sosial-ekonomi

★★★★

Syahyuti 2025

Ekonomi + sosial + agraria + pangan + kelembagaan + bisnis + pembiayaan + tenaga kerja + penyuluhan + koperasi + dll.

★★★★★

 

8. Yang menurut saya justru sangat menarik secara akademik

Setelah penelusuran ini, saya akan mengubah sedikit kesimpulan kita sebelumnya. Bukan hanya belum banyak buku yang membahas “Sosial Ekonomi Pertanian Islam”.

Lebih jauh: Literatur dunia saat ini tampaknya masih terfragmentasi ke dalam Islamic Finance, Islamic Agribusiness, Islamic Agriculture, Islamic Food System, Islamic Social Finance, Islamic Agricultural Economics, dan sebagainya—sementara integrasi seluruh ranah tersebut menjadi satu disiplin “Islamic Agricultural Socioeconomics” belum terlihat mapan.

Itulah mengapa struktur buku Syahyuti 2025 sebenarnya cukup strategis secara epistemologis: ia tidak sekadar menambahkan kata Islam pada Agricultural Economics, tetapi mencoba menjadikan Sosial Ekonomi Pertanian Islam sebagai hypernym/payung bagi sejumlah cabang baru. Daftar isi secara eksplisit menyebut 17 konsep, dan “Islamic Agriculture Socio-Economics” ditempatkan sebagai konsep ke-17. (www.slideshare.net)

Bahkan bab terakhir buku tersebut secara eksplisit membahas “Sosial Ekonomi Pertanian Islam sebagai sebuah ilmu”, kebutuhan akan justifikasi ilmiah, posisi/struktur ilmunya, serta strategi kelembagaan ke depan. (SyahYUTI)

Dengan kata lain: Buku-buku lain kebanyakan menjawab: “Bagaimana Islam diterapkan pada pertanian?” sedangkan buku Syahyuti (2025) mencoba mengajukan pertanyaan yang lebih besar: “Apakah perlu dibangun sebuah disiplin ilmu yang secara khusus mengkaji seluruh hubungan sosial, ekonomi, kelembagaan, agraria, pangan, dan bisnis pertanian berdasarkan worldview Islam?”. Itu dua pertanyaan yang berbeda.

Dan berdasarkan penelusuran saya sekarang, belum tampak ada buku lain yang menjawab pertanyaan kedua secara komprehensif.

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Agriculture is generative and multiplicative—not merely transformative, and certainly not extractive

This distinction is fundamental because agriculture does something that most economic activities cannot: it creates new biological wealth. I...